Cara Limit Bandwidth Mikrotik dengan Queue dan PCQ
Cara limit bandwidth MikroTik dipilih sesuai bentuk jaringan: simple queue untuk sedikit alamat tetap, PCQ untuk banyak pengguna yang berubah, dan queue tree bila perlu prioritas berlapis. Ukur kapasitas aktual lebih dulu, lalu uji hasilnya pada jam ramai; angka batas tidak boleh disalin mentah dari contoh jaringan lain.
Keluhan yang sering muncul bukan internet mati, melainkan koneksi terasa lambat padahal langganannya besar. Salah satu penyebab umum ialah tidak ada pembagian jatah: satu unduhan besar mengambil kapasitas, sementara pengguna lain menunggu. Speedtest dapat tetap bagus karena hanya mengukur satu koneksi pada satu waktu; kondisi ramai perlu dinilai dari trafik dan antrean.
Panduan ini menjelaskan tiga cara membatasi bandwidth di MikroTik dan kapan masing-masing tepat dipakai. Yang paling sering salah pilih adalah memakai batas keras per orang untuk jaringan yang jumlah penggunanya berubah β hasilnya kapasitas yang sudah dibayar justru menganggur saat jaringan sepi.
Simple queue, PCQ, atau queue tree
Memakai yang paling rumit untuk kasus sederhana hanya menyulitkan perawatan. Memakai yang paling sederhana untuk kasus rumit membuat hasilnya tidak pernah memuaskan. Ini pembagiannya.
| Cara | Kekuatannya | Dipakai kalau |
|---|---|---|
| Simple queue | Satu baris satu target, mudah dibaca | Pengguna sedikit dan tetap, misalnya sepuluh komputer kantor |
| PCQ | Jatah terbagi rata otomatis sesuai jumlah pengguna aktif | Jumlah pengguna berubah-ubah: hotspot, kos, RT/RW Net |
| Queue tree + HTB | Berlapis: total, kelompok, lalu orang | Butuh prioritas antar kelompok, bukan hanya batas per orang |
| Mangle + prioritas | Mendahulukan jenis trafik tertentu | Rapat daring dan panggilan suara tidak boleh terganggu unduhan |
1. Ukur kapasitas nyata lebih dulu
Jangan memasang batas berdasarkan angka langganan saja. Ukur ke tujuan uji yang jelas dan ulangi pada jam pemakaian berbeda. Yang dicari bukan angka puncak sesaat, melainkan kapasitas yang cukup konsisten untuk menjadi dasar pengaturan.
Setelah mendapat angka awal, sisakan margin di bawah kapasitas yang terukur agar antrean dapat dikelola router. Besarnya margin perlu diuji: terlalu kecil dapat membuat antrean tetap berpindah ke perangkat ISP, terlalu besar justru menyisakan kapasitas yang tidak terpakai.
2. Cara paling cepat: simple queue per alamat
Buka Queues lalu tab Simple Queues. Tambahkan satu entri dengan Target diisi alamat atau rentang alamat, lalu Max Limit diisi unggah/unduh, misalnya 3M/10M. Selesai β batas itu langsung berlaku.
Yang perlu diperhatikan: gunakan alamat tetap untuk target, bukan alamat yang dibagikan DHCP secara acak. Kalau alamat perangkat berpindah, aturannya akan mengenai orang lain. Untuk itu, daftarkan perangkat penting sebagai alamat tetap di DHCP lebih dulu.
3. PCQ untuk pembagian yang menyesuaikan sendiri
PCQ menyelesaikan kelemahan terbesar batas keras. Dengan PCQ, satu aturan melayani seluruh klien: kapasitas dibagi rata di antara yang sedang aktif. Kalau hanya dua orang online, keduanya mendapat jatah lebar. Kalau tiga puluh orang online, jatahnya menyempit dengan adil, tanpa ada yang perlu diubah.
Buka Queues lalu tab Queue Types. Buat dua tipe baru: satu untuk arah unduh dengan Kind pcq dan Classifier dst-address, satu untuk arah unggah dengan Classifier src-address. Isi PCQ Rate dengan batas maksimal per klien β atau biarkan nol kalau Anda ingin benar-benar bagi rata tanpa batas atas per orang.
Lalu buat simple queue dengan Target seluruh rentang jaringan lokal, Max Limit sebesar kapasitas total, dan pada tab Advanced pilih dua tipe PCQ yang tadi dibuat sebagai Queue Type. Satu aturan ini menggantikan tiga puluh aturan per orang.
4. Queue tree untuk prioritas berlapis
Queue tree diperlukan begitu Anda butuh lebih dari sekadar batas: misalnya rapat daring harus dijamin dapat kapasitas, aplikasi kerja mendapat prioritas kedua, dan unduhan besar mengalah.
Bentuknya berlapis. Di puncak, buat queue induk pada arah trafik yang memang ingin dikendalikan, lalu tempatkan queue anak di bawahnya. Setiap anak dapat memakai Limit At sebagai jatah minimum dan Max Limit sebagai batas atas. Priority 1 sampai 8 menentukan urutan layanan saat kapasitas berebut; angka lebih kecil lebih diutamakan. Parent yang tepat bergantung topologi serta versi RouterOS, jadi jangan menyalin contoh tanpa menguji penghitung paket.
| Lapis | Isi | Limit At | Priority |
|---|---|---|---|
| Induk | Total kapasitas jalur | β | β |
| Prioritas 1 | SIP, RTP, trafik rapat daring | 30 Mbps | 1 |
| Prioritas 2 | Aplikasi kerja, mesin kasir | 60 Mbps | 3 |
| Prioritas 3 | Penjelajahan umum, PCQ per klien | sisa | 5 |
| Prioritas 4 | Pembaruan besar, unduhan latar | 10 Mbps | 8 |
5. Tandai trafik prioritas dengan mangle
Queue tree bekerja atas paket yang sudah ditandai. Buka IP lalu Firewall lalu Mangle, dan buat aturan pada chain forward yang mencocokkan trafik yang ingin diprioritaskan, dengan Action mark-packet.
Untuk panggilan suara, cocokkan port SIP dan rentang port RTP yang dipakai sistem telepon Anda. Untuk trafik rapat daring, pencocokan berdasarkan port saja tidak selalu tepat karena banyak layanan memakai port umum; pendekatan yang lebih dapat diandalkan adalah membuat address-list berisi rentang alamat penyedia layanan tersebut, lalu menandai trafik menuju daftar itu.
Untuk trafik yang ingin ditekan, misalnya pembaruan sistem operasi berukuran besar, Connection Bytes dapat dipakai sebagai salah satu sinyal. Uji dengan beberapa aplikasi karena unduhan kecil yang penting juga dapat melewati ambang, sementara trafik terenkripsi tidak selalu mudah dibedakan dari pola paketnya.
6. Uji dengan beban nyata
Menyatakan selesai berdasarkan tampilan Queues adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Aturan bisa terlihat rapi tapi tidak pernah kena trafik.
- Periksa penghitung byte pada setiap queue. Kalau angkanya nol, aturannya tidak pernah berlaku β biasanya karena parent salah atau paket belum ditandai.
- Jalankan unduhan besar dari dua atau tiga perangkat sekaligus, lalu ukur apakah masing-masing benar-benar dibatasi sesuai rencana.
- Sambil unduhan berjalan, lakukan panggilan suara atau rapat daring. Kalau suaranya tetap bersih, prioritasnya bekerja.
- Uji juga kondisi sepi: dengan hanya satu perangkat aktif, pastikan jatahnya melebar dan tidak terkunci di batas kecil.
- Pakai Tools lalu Torch untuk melihat trafik nyata per alamat kalau ada yang terasa tidak sesuai.
Kesalahan yang membuat pembatasan terasa merugikan
| Kesalahan | Akibatnya |
|---|---|
| Batas keras per orang tanpa PCQ | Kapasitas menganggur saat jaringan sepi, padahal sudah dibayar |
| Target queue memakai alamat dari DHCP acak | Aturan mengenai perangkat yang salah setelah alamat berpindah |
| Queue tree tanpa parent yang benar | Aturan terlihat ada tapi tidak pernah berlaku |
| Batas total dipasang sama dengan kapasitas ISP | Antrian menumpuk di perangkat ISP, prioritas jadi tidak berpengaruh |
| Memblokir total layanan berbagi berkas | Pengguna mencari jalan lain, trafiknya jadi lebih sulit dipantau |
| Menyimpulkan hasil dari speedtest | Speedtest mengukur satu koneksi, bukan perilaku jaringan saat padat |
Tidak mau ribet?
Bagian tersulit dari pekerjaan ini bukan menuliskan aturannya, tapi menentukan angkanya β dan itu perlu pengukuran, bukan tebakan. Kalau Anda ingin bagian itu dikerjakan dengan pengukuran sebelum dan sesudah, pekerjaannya kami tangani remote dalam dua sampai tiga jam, lengkap dengan diagram struktur queue satu halaman yang bisa dibaca orang non-teknis.
Angka batas yang salah bikin semuanya terasa lebih buruk
Kesalahan paling mahal di pekerjaan ini bukan salah menulis perintah, tapi salah memilih angka. Membatasi 50 pengguna masing-masing 2 Mbps pada langganan 50 Mbps terlihat masuk akal di atas kertas, tapi hasilnya jaringan terasa lambat bahkan saat cuma lima orang online β karena jatah yang tidak terpakai tidak dipinjamkan ke yang butuh. Bentuk antrean yang membagi rata secara dinamis hampir selalu lebih baik daripada batas tetap per orang, dan itu bagian yang paling sering ditukar tempatnya oleh panduan lain.
Angka awal yang perlu benar juga bukan angka dari brosur ISP. Ukur dulu kapasitas sebenarnya di jam sibuk, lalu susun antrean dari angka terukur itu, karena antrean yang disusun dari angka yang lebih besar dari kenyataan tidak akan pernah aktif. Kalau selisihnya jauh dari yang Anda bayar, itu temuan tersendiri yang berguna dibawa ke ISP dan butuh catatan riwayat untuk dibuktikan. Untuk jaringan berbayar seperti RT/RW Net, pembatasan per pelanggan biasanya dikerjakan sekalian dengan identitas per pelanggan supaya batasnya mengikuti orangnya, bukan alamatnya. Memilih angka batas yang benar adalah bagian tersulit, dan itu sebabnya jasa konfigurasi Mikrotik untuk pekerjaan ini selalu dimulai dari pengukuran, bukan dari perintah. Kalau Anda lebih memilih angkanya dihitungkan beserta pengujiannya, pekerjaan itu ada di daftar harga dengan biaya yang tidak berubah karena jumlah penggunanya banyak.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa bedanya Max Limit dan Limit At?
Max Limit adalah batas atas yang tidak boleh dilampaui. Limit At adalah jaminan minimum yang akan tetap didapat meski jaringan sedang berebut. Untuk trafik yang tidak boleh terganggu seperti panggilan suara, yang penting justru Limit At, bukan Max Limit.
Berapa nilai PCQ Rate yang tepat?
Kalau ingin benar-benar bagi rata tanpa batas atas per orang, isi nol. Kalau ingin ada batas per orang meski jaringan sepi, isi angka batas itu. Untuk hotspot kafe, memberi batas atas biasanya lebih baik supaya satu orang tidak memakai seluruh kapasitas saat sedang sepi lalu terasa jomplang ketika ramai.
Bisa membatasi hanya di jam kerja?
Bisa, lewat System lalu Scheduler yang mengaktifkan dan menonaktifkan aturan pada jam tertentu. Pola yang umum: unduhan latar dan pembaruan besar ditahan pada 08.00β17.00, lalu dilepas malam hari agar tetap selesai tanpa mengganggu jam kerja.
Kenapa queue saya penghitungnya nol?
Aturannya tidak pernah kena trafik. Untuk simple queue, biasanya target salah atau ada queue lain di atasnya yang lebih dulu menangani. Untuk queue tree, biasanya parent salah atau paketnya belum ditandai mangle. Periksa dari atas ke bawah, karena urutan menentukan.
Apakah pembatasan bandwidth membebani router?
PCQ dan simple queue relatif ringan. Queue tree berlapis banyak dengan mangle yang panjang mulai terasa di perangkat kelas RB941 dan RB951 yang CPU-nya satu inti. Kalau struktur yang Anda butuhkan cukup rumit, perangkat kelas hEX ke atas jauh lebih nyaman.
Bagaimana memprioritaskan rapat daring kalau portnya berubah-ubah?
Pencocokan berdasarkan port memang tidak dapat diandalkan untuk layanan besar. Pendekatan yang lebih awet adalah membuat address-list berisi rentang alamat penyedia layanan tersebut, lalu menandai trafik menuju daftar itu. Daftarnya perlu ditinjau berkala, tapi jauh lebih stabil daripada mengejar nomor port.
Baca juga
Jasa Setting Bandwidth Mikrotik dan Manajemen QoS
Jasa setting bandwidth Mikrotik mulai Rp450.000: simple queue, PCQ, queue tree, dan HTB. Jatah per klien merata, Zoom dan VoIP diprioritaskan.
Jasa Setting Load Balancing & Failover Mikrotik Multi-ISP
Jasa setting load balancing Mikrotik mulai Rp750.000: PCC dan ECMP untuk 2-4 ISP plus failover otomatis. Internet jalan saat satu ISP mati.
Cara Setting Hotspot Mikrotik dari Nol di RouterOS 7
Cara setting hotspot Mikrotik di RouterOS 7: hotspot setup, user profile, limit kuota, login page custom, dan bypass perangkat. Langkah demi langkah.
Cara Setting Load Balancing Mikrotik PCC untuk 2 ISP
Cara setting load balancing Mikrotik dengan PCC untuk 2 ISP, plus mangle, routing mark, dan failover recursive gateway. Disertai skrip siap tempel.
Ceritakan dulu kondisi jaringan Anda
Konsultasi tidak dikenakan biaya. Kirim saja gambaran masalahnya lewat WhatsApp, nanti kami balas dengan perkiraan pekerjaan, durasi, dan biayanya.