Jasa Setting Bandwidth Mikrotik dan Manajemen QoS

Jasa setting bandwidth Mikrotik menata pembagian jatah internet memakai simple queue, queue tree, HTB, dan PCQ, ditambah mangle untuk mendahulukan panggilan suara serta video conference. Pengerjaan remote 2–3 jam, mulai Rp450.000, dengan pengukuran throughput sebelum dan sesudah.

Keluhan paling sering yang masuk ke kami bukan internet mati, tapi internet terasa lambat padahal langganannya besar. Penyebabnya hampir selalu sama: tidak ada yang mengatur giliran. Satu orang mengunduh berkas besar, dan sisanya menunggu. Speedtest tetap menunjukkan angka bagus karena pengujian itu hanya mengukur satu koneksi pada satu waktu.

Yang kami kerjakan adalah membuat jatah terbagi dengan cara yang tidak perlu diurus setiap hari. Bukan sekadar memasang batas kecepatan per orang, tapi menyusunnya supaya kapasitas tetap terpakai penuh saat sepi dan tetap adil saat padat. Di situlah PCQ berbeda dari sekadar simple queue.

Sebelum dan sesudah kami ukur dengan iperf3, bukan dengan speedtest browser. Angka yang Anda terima menunjukkan throughput nyata antar titik di jaringan Anda sendiri, bukan kecepatan ke server pengujian di luar negeri.

Simple queue, queue tree, atau PCQ

Tiga pendekatan ini menyelesaikan masalah yang berbeda. Memakai yang paling rumit untuk kasus sederhana hanya menyulitkan perawatan; memakai yang paling sederhana untuk kasus rumit membuat hasilnya tidak pernah memuaskan.

CaraKekuatannyaDipakai kalau
Simple queueMudah dibaca, satu baris satu targetJumlah pengguna sedikit dan tetap, misalnya 10 komputer kantor
PCQMembagi rata otomatis sesuai jumlah pengguna aktifJumlah pengguna berubah-ubah, misalnya hotspot atau RT/RW Net
Queue tree + HTBBisa berlapis: total, per divisi, lalu per orangButuh prioritas antar kelompok, bukan hanya batas per orang
Mangle + prioritasMendahulukan jenis trafik tertentuPanggilan suara dan rapat daring tidak boleh terganggu unduhan

Yang dikerjakan dalam paket ini

  • Pengukuran kapasitas nyata setiap jalur dengan iperf3, supaya batas yang dipasang berpijak pada angka sebenarnya bukan angka langganan.
  • Pemetaan pemakaian: siapa atau apa yang menghabiskan bandwidth, dilihat dari Torch dan penghitung antarmuka, bukan dari dugaan.
  • Penyusunan struktur queue sesuai kebutuhan: total kapasitas di puncak, kelompok di tengah, pengguna di bawah.
  • PCQ dengan rate dan limit yang dihitung, bukan angka bulat yang ditebak, sehingga jatah menyesuaikan jumlah pengguna aktif.
  • Mangle untuk menandai trafik prioritas: SIP dan RTP untuk telepon, trafik rapat daring, dan trafik mesin kasir.
  • Pembatasan trafik yang tidak mendesak di jam kerja, misalnya pembaruan sistem operasi berukuran besar, tanpa memblokirnya sama sekali.
  • Pengujian beban: mengukur ulang saat beberapa klien mengunduh bersamaan, dan memastikan panggilan suara tetap bersih.
  • Dokumentasi struktur queue dalam bentuk diagram sederhana, supaya bisa dilanjutkan siapa pun nanti.

Kesalahan yang membuat pembatasan bandwidth terasa merugikan

  • Memasang batas keras per orang tanpa PCQ. Saat hanya dua orang online, keduanya tetap dibatasi 5 Mbps sementara 90 Mbps sisanya menganggur. Kapasitas yang dibayar tidak terpakai.
  • Menuliskan target queue dengan alamat IP tetap, padahal DHCP membagikan alamat berbeda tiap hari. Aturannya jadi mengenai orang yang salah.
  • Menaruh queue di antarmuka yang salah arah, sehingga yang dibatasi justru trafik masuk padahal yang bermasalah trafik keluar.
  • Membuat queue tree tanpa parent yang jelas, sehingga tidak ada yang benar-benar berlaku dan semua aturan hanya terlihat rapi di layar.
  • Memblokir total layanan berbagi berkas atau pembaruan. Hasilnya bukan jaringan lebih cepat, tapi pengguna mencari jalan keluar sendiri dan trafiknya jadi lebih sulit dikendalikan.

Contoh susunan untuk kantor 40 orang

Ini bentuk yang paling sering kami pasang untuk kantor dengan satu jalur 200 Mbps dan kebutuhan rapat daring setiap hari. Angkanya disesuaikan lagi setelah pengukuran.

LapisIsiBatas
PuncakTotal kapasitas jalur190 Mbps, sengaja di bawah kapasitas agar antrian tetap terkendali
Prioritas 1SIP, RTP, trafik rapat daringDijamin 30 Mbps, boleh meminjam sisa
Prioritas 2Trafik aplikasi kerja dan kasirDijamin 60 Mbps
Prioritas 3Penjelajahan umum, PCQ per klienSisa kapasitas, terbagi rata otomatis
Prioritas 4Pembaruan besar, unduhan latarMaksimal 20 Mbps di jam kerja, dilepas setelah jam kerja

Cara membaca hasilnya sendiri setelah pekerjaan selesai

Salah satu keluhan yang sering muncul setelah pembagian bandwidth dipasang adalah tidak ada cara memastikan apakah aturannya benar-benar berlaku. Padahal MikroTik menyediakan angkanya, hanya tidak di tempat yang jelas. Tiga hal di bawah bisa Anda periksa sendiri kapan saja tanpa risiko mengubah apa pun.

  • Buka Queues dan lihat kolom penghitung byte pada setiap baris. Kalau angkanya bertambah, aturan itu memang kena trafik. Kalau tetap nol berjam-jam, aturannya tidak pernah berlaku β€” biasanya karena target salah atau ada queue lain di atasnya yang lebih dulu menangani.
  • Klik dua kali pada satu queue lalu buka tab Traffic. Grafiknya memperlihatkan apakah trafik menyentuh batas atas atau masih jauh di bawahnya. Kalau garisnya rata menempel di batas sepanjang jam kerja, itu tanda kapasitasnya memang perlu ditambah, bukan aturannya yang salah.
  • Buka Tools lalu Torch pada antarmuka lokal saat jaringan terasa berat. Torch memperlihatkan trafik yang sedang berjalan per alamat, dan hampir selalu memberi jawaban yang berbeda dari dugaan β€” pemakai terbesar sering satu perangkat yang sedang memperbarui sistem, bukan orang yang dicurigai.

Waktu pengerjaan dan yang Anda terima

Kantor dengan satu jalur dan satu tingkat pembagian selesai dalam 2–3 jam. Struktur berlapis dengan prioritas trafik dan pengukuran ulang biasanya 4–6 jam. Untuk RT/RW Net dengan ratusan pelanggan, pekerjaan queue biasanya sudah termasuk dalam paket PPPoE karena keduanya saling terkait.

  • Diagram struktur queue, satu halaman, bisa dibaca orang non-teknis.
  • Angka throughput sebelum dan sesudah dari iperf3.
  • Berkas backup konfigurasi sebelum dan sesudah perubahan.
  • Penjelasan singkat cara menambah atau mengubah batas untuk pengguna baru.
FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Kalau bandwidth dibatasi, apakah internet jadi lebih lambat?

Untuk satu orang yang sedang sendirian memakai jaringan, ya sedikit. Untuk semua orang saat jaringan padat, justru jauh lebih baik. Dengan PCQ, saat pengguna sedikit jatahnya melebar sendiri, jadi kapasitas tidak menganggur.

Bisa membatasi hanya di jam kerja?

Bisa. Kami pasang penjadwalan yang mengaktifkan aturan berbeda di jam kerja dan di luar jam kerja. Pola yang umum: pembaruan besar dan unduhan latar ditahan pada jam 08.00–17.00, lalu dilepas malam hari.

Bagaimana caranya tahu siapa yang menghabiskan bandwidth?

Torch memperlihatkan trafik yang sedang berjalan per alamat, dan untuk jangka panjang kami pasang grafik per klien. Tanpa data ini, pembatasan biasanya salah sasaran β€” sering kali pemakai terbesar justru satu perangkat yang sedang memperbarui sistem, bukan orang yang dicurigai.

Apakah rapat daring bisa diprioritaskan?

Bisa, dan ini yang paling terasa hasilnya di kantor. Trafik rapat daring dan panggilan suara ditandai lebih dulu lewat mangle, lalu diberi jaminan kapasitas di queue tree. Unduhan besar tetap boleh jalan, hanya mengalah saat ada rapat berlangsung.

Berapa lama kami akan melihat perbedaannya?

Langsung, di hari yang sama. Pengujian dilakukan bersama Anda dengan beberapa klien mengunduh bersamaan, jadi perbedaannya bisa dilihat, bukan hanya dijanjikan.

Perlu ganti router untuk pekerjaan ini?

Biasanya tidak. Yang jadi soal hanya kalau struktur queue-nya berlapis banyak sementara perangkatnya kelas RB941 atau RB951 dengan CPU satu inti. Kami periksa dulu sebelum mulai, dan kalau perangkatnya memang tidak sanggup, kami sampaikan sebelum Anda membayar.

Ceritakan dulu kondisi jaringan Anda

Konsultasi tidak dikenakan biaya. Kirim saja gambaran masalahnya lewat WhatsApp, nanti kami balas dengan perkiraan pekerjaan, durasi, dan biayanya.

Chat WhatsApp