Cara Setting Load Balancing Mikrotik PCC untuk 2 ISP

Cara setting load balancing MikroTik dengan PCC: pastikan masing-masing ISP bekerja sendiri, tandai koneksi dengan mangle, arahkan trafik melalui routing mark, buat rute dan NAT per jalur, lalu tambahkan pemeriksaan gateway untuk failover. Contoh ini untuk dua ISP; sesuaikan nama antarmuka, gateway, dan jaringan lokal sebelum menerapkannya.

Menambah jalur internet kedua tidak otomatis membuat kapasitas berlipat. Tanpa aturan yang benar, biasanya terjadi salah satu dari dua hal: jalur kedua diam saja karena semua trafik tetap lewat rute utama, atau koneksi jadi tidak stabil karena satu sesi berpindah jalur di tengah jalan dan server di seberang menolaknya.

PCC menyelesaikan masalah kedua dengan cara yang cukup elegan: setiap koneksi diberi tanda berdasarkan sidik jari alamat dan port, lalu tanda itu dipertahankan selama koneksi berlangsung. Jadi trafik terbagi antar jalur, tapi satu sesi tetap keluar dari jalur yang sama dari awal sampai akhir.

Panduan ini memakai contoh dua ISP. Untuk tiga atau empat jalur, polanya sama, hanya jumlah tanda dan rutenya bertambah. Kerjakan dengan Safe Mode aktif β€” ini termasuk pekerjaan yang paling mudah mengunci akses sendiri.

Sebelum mulai: ukur dulu kapasitas nyata

Jangan memakai angka langganan sebagai satu-satunya dasar. Ukur setiap jalur pada jam yang mewakili pemakaian, memakai iperf3 ke server uji yang Anda kuasai atau pengujian lain dengan tujuan yang dicatat. Hasil satu kali pengukuran belum menggambarkan kualitas ISP sepanjang hari.

Catat juga apakah kedua ISP memakai jalur fisik yang berbeda. Dua langganan dari operator berbeda yang kabelnya lewat satu tiang akan mati bersamaan, dan dalam kasus itu failover memberi rasa aman yang tidak nyata.

1. Siapkan alamat dan antarmuka kedua jalur

Beri nama antarmuka sesuai peran: wan-isp1 dan wan-isp2. Pastikan keduanya sudah mendapat alamat dan gateway, entah dari DHCP client, alamat statis, atau PPPoE. Uji satu per satu dengan mematikan yang lain, dan pastikan masing-masing benar-benar bisa keluar sendiri sebelum digabung.

Langkah ini terdengar mendasar tapi sering dilewati. Menggabungkan dua jalur yang salah satunya belum benar-benar jalan hanya menggandakan kerumitan pencarian masalah.

2. Tandai koneksi masuk dengan PCC

Buka IP lalu Firewall lalu Mangle. Buat dua aturan pada chain prerouting dengan In. Interface diisi antarmuka jaringan lokal. Pada tab Advanced, isi Per Connection Classifier dengan both-addresses-and-ports, dua per dua, dengan sisa 0 untuk aturan pertama dan 1 untuk aturan kedua. Di tab Action, pilih mark-connection dengan nama tanda misalnya conn-isp1 dan conn-isp2, dan matikan Passthrough.

Sebelum kedua aturan itu, tambahkan satu aturan yang mengecualikan trafik menuju jaringan lokal sendiri, supaya lalu lintas antar segmen internal tidak ikut ditandai dan dipaksa keluar ke internet.

3. Terapkan routing mark

Masih di Mangle, buat dua aturan lagi pada chain prerouting. Aturan pertama mencocokkan Connection Mark conn-isp1 dan memberi Action mark-routing dengan nama route-isp1. Aturan kedua sama untuk conn-isp2 dan route-isp2. Matikan Passthrough pada keduanya.

Pemisahan dua tahap ini penting. Connection mark diberikan sekali saat koneksi terbentuk dan bertahan sampai selesai; routing mark diterapkan pada setiap paket berdasarkan connection mark itu. Karena itu satu sesi tidak akan berpindah jalur di tengah jalan.

4. Buat rute per tanda

Buka IP lalu Routes. Tambahkan rute dengan Dst. Address 0.0.0.0/0, Gateway gateway ISP pertama, dan Routing Mark route-isp1. Tambahkan satu lagi untuk gateway ISP kedua dengan Routing Mark route-isp2.

Lalu tambahkan dua rute tanpa routing mark sebagai rute bawaan, satu ke setiap gateway, dengan Distance berbeda β€” misalnya 1 dan 2. Ini yang melayani trafik yang keluar dari router itu sendiri, misalnya pembaruan RouterOS dan permintaan DNS, dan sekaligus jadi dasar failover di langkah berikutnya.

5. Pasang NAT masquerade per jalur

Ini langkah yang paling sering salah dan gejalanya paling membingungkan. Buka IP lalu Firewall tab NAT, dan buat dua aturan masquerade terpisah: satu dengan Out. Interface wan-isp1, satu dengan wan-isp2.

Jangan memakai satu aturan masquerade tanpa penentuan antarmuka keluar. Aturan seperti itu tampak bekerja, tapi menghasilkan koneksi yang kadang jalan kadang tidak, karena paket bisa keluar dari satu jalur dengan alamat sumber milik jalur lain.

6. Aktifkan failover dengan recursive gateway

Memeriksa status antarmuka saja tidak cukup. Kabel yang masih tersambung ke modem ISP tetap terlihat aktif meski ISP di seberangnya sedang mati. Recursive gateway memeriksa apakah suatu alamat di internet benar-benar bisa dijangkau lewat jalur itu.

Caranya: tambahkan rute host ke satu alamat pemeriksaan yang berbeda per jalur β€” misalnya 1.1.1.1 lewat gateway ISP pertama dan 8.8.8.8 lewat gateway ISP kedua β€” dengan Scope 10. Lalu ubah rute bawaan agar gateway-nya menunjuk ke alamat pemeriksaan itu, dengan Target Scope 11. Kalau alamat pemeriksaan tidak lagi bisa dijangkau, rute itu otomatis dianggap tidak aktif dan trafik pindah ke jalur lain.

Pakai alamat pemeriksaan yang berbeda untuk setiap jalur. Kalau keduanya memeriksa alamat yang sama, kegagalan alamat itu akan membuat kedua jalur dianggap mati sekaligus.

7. Buat pengecualian untuk layanan yang mengikat sesi

Sebagian layanan mengikat sesi ke satu alamat IP dan akan meminta verifikasi ulang atau memutus sesi kalau alamat sumbernya berubah. Internet banking, gerbang pembayaran, dan sebagian layanan pemerintahan termasuk di dalamnya.

Untuk itu, buat address-list berisi alamat tujuan tersebut, lalu tambahkan aturan mangle di atas aturan PCC yang memberi routing mark tetap ke satu jalur untuk trafik menuju daftar itu. Daftar layanan mana yang perlu diperlakukan begitu sebaiknya Anda kumpulkan lebih dulu, karena setiap tempat berbeda.

8. Uji dengan mencabut kabel

Uji dengan melepaskan kabel tiap ISP, lalu periksa rute serta koneksi baru dari klien. Jika memungkinkan, uji juga gangguan ketika modem masih tersambung tetapi gateway ISP tidak merespons; kedua skenario menangkap kegagalan yang berbeda.

  • Jeda failover bergantung interval pemeriksaan, target uji, dan kondisi ISP. Catat hasilnya pada jaringan Anda; interval terlalu agresif dapat membuat jalur berpindah saat gangguan sesaat.
  • Periksa apakah kedua jalur benar-benar terpakai saat normal, dengan melihat penghitung trafik per antarmuka, bukan dengan speedtest.
  • Uji juga dari perangkat klien, bukan hanya dari router. Trafik yang keluar dari router sendiri memakai rute bawaan, bukan rute bertanda.
  • Setelah semua berjalan, ambil backup dan ekspor konfigurasi. Aturan mangle load balancing tidak menyenangkan untuk disusun ulang dari ingatan.

Tidak mau ribet?

Load balancing termasuk pekerjaan yang paling mudah tampak berhasil padahal belum. Jalur kedua bisa terlihat terpakai sementara sesi diam-diam berpindah dan membuat sebagian aplikasi bermasalah, atau failover terlihat jalan saat kabel dicabut tapi tidak jalan saat ISP-nya sendiri mati. Kalau Anda ingin bagian ini dipastikan lewat pengujian, pekerjaannya kami kerjakan remote dalam tiga sampai lima jam lengkap dengan uji cabut kabel per jalur bersama Anda.

Cara memastikan yang Anda pasang benar-benar bekerja

Bagian yang paling sering dilewati bukan pemasangannya, tapi pengujiannya. Konfigurasi load balancing bisa tampak berhasil β€” kedua jalur terlihat aktif di menu antarmuka β€” sementara sebenarnya seluruh lalu lintas masih lewat satu jalur. Cara memeriksanya sederhana dan tidak butuh alat tambahan: buka beberapa sesi ke tujuan berbeda sekaligus, lalu lihat penghitung byte di kedua antarmuka. Kalau salah satu tidak bergerak, aturan pemilihan jalurnya belum berlaku.

Uji kedua yang lebih penting dan paling sering tidak pernah dilakukan: cabut kabel salah satu ISP dan hitung berapa detik sampai lalu lintas berpindah. Kalau tidak berpindah sama sekali, yang terpasang adalah pembagian beban tanpa cadangan β€” dan itu tidak menolong saat satu jalur mati, yang justru alasan utama orang memasangnya. Pengujian ini wajar dilakukan sendiri, dan hasilnya perlu dicatat karena akan berbeda setelah ada perubahan lain. Untuk lokasi yang tidak bisa dimatikan sekadar untuk diuji, pengujian terkendali termasuk dalam pekerjaan setting Mikrotik yang kami lakukan, dan hasilnya masuk ke berita acara. Satu hal yang membuat pengujian ini jauh lebih mudah diulang: pemantauan yang mencatat kapan tiap jalur turun, sehingga Anda tidak perlu mencabut kabel untuk tahu jalur mana yang bermasalah.

FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah PCC lebih baik daripada ECMP?

Tidak ada jawaban tunggal. PCC memberi keterikatan sesi yang jelas dan sering dipilih untuk trafik pengguna. ECMP dapat lebih sederhana, tetapi perilaku hash dan rutenya perlu diuji dengan aplikasi yang dipakai; layanan yang sensitif terhadap alamat sumber dapat membutuhkan pengecualian pada kedua pendekatan.

Kenapa jalur kedua saya tidak terpakai sama sekali?

Periksa tiga hal berurutan: apakah aturan mangle PCC benar-benar kena trafik (lihat penghitung paketnya), apakah routing mark diterapkan, dan apakah ada rute tanpa tanda yang distance-nya lebih kecil sehingga selalu menang. Penyebab paling umum justru yang terakhir.

Berapa lama failover berpindah?

Dengan recursive gateway, biasanya 3–10 detik. Bisa dipercepat dengan memperkecil interval pemeriksaan, tapi kami tidak menyarankan terlalu agresif karena jalur akan berpindah hanya karena gangguan sesaat, dan itu justru terasa seperti koneksi tidak stabil.

Bisa menggabungkan jalur kabel dan modem seluler?

Bisa, tapi biasanya lebih tepat disusun sebagai failover murni ketimbang load balancing. Jalur seluler hanya dipakai saat jalur utama mati, sehingga kuotanya tidak terbakar untuk pemakaian sehari-hari.

Apakah satu unduhan bisa memakai dua jalur sekaligus?

Tidak. Satu koneksi tetap keluar dari satu jalur, jadi satu berkas tidak akan terunduh pada kecepatan gabungan. Yang naik adalah kapasitas total saat banyak koneksi berjalan bersamaan β€” dan itu yang paling terasa di jaringan dengan banyak pengguna.

Perlu router seperti apa untuk load balancing empat jalur?

Empat jalur menambah beban pemrosesan per paket. hEX RB750Gr3 masih bisa untuk dua sampai tiga jalur pada trafik menengah. Untuk empat jalur dengan trafik besar plus firewall padat, RB5009 atau CCR2004 jauh lebih nyaman.

Ceritakan dulu kondisi jaringan Anda

Konsultasi tidak dikenakan biaya. Kirim saja gambaran masalahnya lewat WhatsApp, nanti kami balas dengan perkiraan pekerjaan, durasi, dan biayanya.

Chat WhatsApp