Cara Setting PPPoE Server Mikrotik untuk RT RW Net
Cara setting PPPoE server MikroTik: buat IP pool untuk pelanggan, buat PPP profile per paket kecepatan dengan rate limit, aktifkan PPPoE server pada antarmuka distribusi, tambahkan secret per pelanggan dengan nama yang memuat kode area, lalu pasang profil isolir untuk pelanggan yang menunggak.
PPPoE memberi identitas per pelanggan sehingga paket, kecepatan, dan isolir dapat dikelola per akun. Ini cocok untuk banyak RT/RW Net, tetapi bukan satu-satunya pilihan untuk semua topologi. Sebelum menerapkannya, rencanakan IP pool, kapasitas router, distribusi kabel, dan cara billing agar penambahan pelanggan tidak merusak rancangan awal.
Panduan ini juga memuat bagian yang paling sering diabaikan pada tahap awal tapi paling menentukan saat pelanggan sudah ratusan: perencanaan penomoran alamat, penamaan akun yang bisa dilacak, dan pemisahan tugas antara router dan switch. Mengerjakan tiga hal itu di awal jauh lebih murah daripada menatanya ulang nanti.
Rencanakan penomoran alamat dulu, di atas kertas
Luangkan waktu untuk merencanakan target pelanggan dan ruang alamat sebelum membuat akun pertama. Untuk target 500 pelanggan, kebutuhan alamat tidak hanya ditentukan jumlah pelanggan: pertimbangkan alamat infrastruktur, cadangan, serta apakah satu pelanggan dapat memakai lebih dari satu sesi.
Menambah pool di tengah jalan memang bisa. Yang menyulitkan adalah penomoran yang berserakan di beberapa blok tidak berurutan, karena setelah itu tidak ada cara membaca lokasi pelanggan dari alamatnya. Kalau bisa, susun agar setiap area punya rentang sendiri.
1. Buat IP pool untuk pelanggan
Buka IP lalu Pool. Tambahkan pool baru, beri nama yang jelas seperti pool-pelanggan, dan isi rentangnya sesuai rencana tadi. Kalau Anda membagi per area, buat beberapa pool: pool-area1, pool-area2, dan seterusnya.
Pool ini yang akan dipakai PPP profile untuk memberi alamat ke pelanggan yang berhasil masuk. Jangan memakai rentang yang bertumpang dengan jaringan pengelolaan perangkat Anda sendiri.
2. Buat PPP profile per paket kecepatan
Buka PPP lalu tab Profiles. Buat satu profil untuk setiap paket yang Anda jual. Isi Local Address dengan alamat gateway di sisi router, Remote Address dengan pool yang tadi dibuat, dan pada tab Limits isi Rate Limit dengan format unggah/unduh.
Beri nama profil yang memuat paketnya, misalnya paket-5mbps dan paket-10mbps. Ini terlihat sepele, tapi saat melihat daftar pelanggan aktif nanti, Anda langsung tahu siapa di paket mana tanpa harus membuka satu per satu.
| Nama profil | Rate Limit | Untuk |
|---|---|---|
| paket-3mbps | 3M/3M | Paket paling ringan, rumah dengan pemakaian ringan |
| paket-5mbps | 5M/5M | Paket paling banyak diambil di banyak daerah |
| paket-10mbps | 10M/10M | Rumah dengan beberapa perangkat dan layanan video |
| paket-20mbps | 20M/20M | Usaha kecil, warung, kos |
| profil-isolir | 512k/512k | Pelanggan menunggak, cukup untuk membuka halaman tagihan |
3. Aktifkan PPPoE server
Buka PPP lalu tab PPPoE Servers, tambahkan server baru. Interface diisi antarmuka atau VLAN yang mengarah ke jaringan distribusi pelanggan β bukan antarmuka WAN. Default Profile bisa diisi profil paket paling umum atau profil isolir, tergantung kebijakan Anda untuk akun yang belum diatur.
Pada Authentication, cukup aktifkan pap dan chap. Matikan mschap1 kalau tidak ada perangkat pelanggan yang membutuhkannya. Isi juga Service Name dengan nama jaringan Anda; nama ini yang muncul di perangkat pelanggan saat mencari layanan.
4. Tambahkan secret per pelanggan
Buka PPP lalu tab Secrets. Tambahkan satu entri per pelanggan dengan Name, Password, Service diisi pppoe, dan Profile diisi paket yang dibeli pelanggan itu.
Bagian yang paling menentukan kemudahan perawatan adalah penamaannya. Pakai pola yang memuat kode area atau ODP, misalnya odp03-budi atau a2-045. Saat suatu hari beberapa pelanggan putus bersamaan, Anda langsung melihat bahwa semuanya berasal dari satu kode yang sama β dan itu memberi tahu di mana masalahnya tanpa perlu menelepon siapa pun.
5. Pasang PCQ untuk pembagian sisa kapasitas
Rate limit di profil memberi batas atas per pelanggan, tapi tidak menyelesaikan masalah saat total permintaan melebihi kapasitas upstream Anda. Di situ dibutuhkan PCQ.
Buat queue type PCQ untuk kedua arah, lalu susun queue tree dengan induk sebesar kapasitas upstream dan anak yang memakai PCQ untuk trafik pelanggan. Hasilnya: pelanggan paket kecil tetap mendapat jatahnya saat jaringan padat, alih-alih tergerus oleh pelanggan paket besar yang sedang mengunduh.
6. Siapkan isolir otomatis
Isolir manual adalah pekerjaan yang paling cepat menjadi beban saat pelanggan bertambah. Cara paling sederhana tanpa aplikasi billing: buat profil isolir dengan kecepatan sangat rendah, lalu ubah profil pelanggan yang menunggak ke profil itu.
Yang lebih baik adalah menambahkan pengalihan: pelanggan yang berada di profil isolir diarahkan ke satu halaman yang memuat nominal tagihan dan cara membayar, alih-alih hanya merasa internetnya rusak. Ini dikerjakan dengan aturan NAT yang mengalihkan trafik web dari pool isolir ke halaman itu.
Kalau Anda memakai aplikasi billing, sambungannya biasanya lewat API atau RADIUS, dan perubahan profil terjadi otomatis begitu status pembayaran berubah. Sebutkan nama aplikasinya lebih dulu supaya cara sambungnya diperiksa sebelum mulai.
7. Pindahkan distribusi ke switch
Ini langkah yang paling banyak melepaskan beban router dan paling sering terlewat. Menyambungkan banyak titik distribusi langsung ke port router memaksa setiap paket melewati pemrosesan yang tidak perlu.
Gunakan switch yang mendukung VLAN untuk distribusi bila topologinya memerlukan pemisahan itu, lalu biarkan router fokus pada PPPoE, routing, firewall, dan queue. Pemisahan beban dapat membantu, tetapi perlu diukur bersama kapasitas uplink dan kondisi perangkat sebelum menyimpulkan router tidak perlu diganti.
Kenapa RT/RW Net sering putus di jam sibuk
| Penyebab | Cara memastikan | Perbaikan |
|---|---|---|
| CPU router penuh | Lihat System Resources saat jam sibuk | Pindahkan distribusi ke switch, sederhanakan queue |
| Tabel koneksi penuh | Lihat IP Firewall Connections, bandingkan dengan batasnya | Tambahkan aturan RAW untuk membuang trafik sampah |
| Pool alamat habis | Lihat sisa alamat di IP Pool | Perluas pool, dan rencanakan lebih besar |
| Batas lisensi tersentuh | Periksa jumlah sesi aktif dan level lisensi perangkat | Rencanakan peningkatan lisensi sesuai batas yang berlaku |
| Kapasitas upstream memang kurang | Lihat grafik trafik antarmuka WAN mendekati batas | Tambah kapasitas, tapi periksa empat hal di atas dulu |
| Redaman di sambungan fiber | Periksa per ODP, biasanya terpusat di satu area | Pekerjaan lapangan, bukan konfigurasi |
Tidak mau ribet?
Untuk jaringan yang masih di bawah lima puluh pelanggan, panduan ini biasanya cukup untuk dikerjakan sendiri. Yang berubah adalah begitu pelanggan sudah ratusan: keputusan seperti memindahkan distribusi, menyusun ulang queue, dan menata penomoran alamat punya konsekuensi yang tidak mudah dibalik. Untuk tahap itu, pekerjaannya kami tangani remote dan dijadwalkan bertahap supaya pelanggan tidak kehilangan layanan lebih dari jendela yang disepakati.
Setelah PPPoE jalan, yang menentukan usahanya bukan PPPoE lagi
Langkah di atas menyelesaikan bagian teknisnya: setiap pelanggan punya nama pengguna sendiri, kecepatannya bisa diatur per orang, dan pemutusan bisa dilakukan tanpa menyentuh perangkat di rumah pelanggan. Yang belum diselesaikan adalah bagian yang menghabiskan waktu pemilik jaringan setiap bulan β mencatat siapa yang sudah bayar, mengingatkan yang belum, dan memutus yang lewat tenggat. Dikerjakan manual, itu pekerjaan beberapa hari untuk 100 pelanggan.
Di situ sistem tagihan dengan pemutusan otomatis mengubah keadaan, dan itu pekerjaan yang berbeda dari yang dijelaskan di sini. Yang perlu diputuskan sebelum memasangnya: apakah pemutusan dilakukan penuh atau hanya dialihkan ke halaman pemberitahuan β yang kedua jauh mengurangi telepon masuk, karena pelanggan langsung tahu alasannya. Hal lain yang menyusul di jaringan sebesar ini adalah pemantauan, karena tanpa riwayat, keluhan satu pelanggan tidak bisa dibedakan dari gangguan yang menimpa semua orang. Kalau jaringan Anda sudah lewat 50 pelanggan, keduanya biasanya sudah sepadan. Di titik ini yang dibutuhkan bukan lagi panduan, tapi keputusan bisnis β dan itu bagian yang biasanya kami bahas lebih dulu sebelum ada teknisi Mikrotik yang menyentuh apa pun.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa pelanggan maksimal untuk satu router?
Tidak ada angka tunggal yang aman untuk semua jaringan. CPU, queue, firewall, kapasitas uplink, jenis pelanggan, serta lisensi dapat menjadi batas lebih dahulu. Gunakan angka perencanaan sebagai titik awal, lalu ukur perangkat Anda saat jam sibuk.
Apakah PPPoE lebih baik daripada hotspot untuk RT/RW Net?
Untuk pelanggan berlangganan bulanan, ya. PPPoE memberi akun tetap per pelanggan, kecepatan per paket, dan isolir yang bersih. Hotspot lebih tepat untuk pembeli sesaat atau tamu. Keduanya bisa berjalan bersamaan di satu router.
Bagaimana cara mengetahui pelanggan mana yang sedang bermasalah?
Kalau penamaan akun memuat kode area atau ODP, gangguan terlokalisasi akan langsung terlihat: beberapa akun dengan kode sama putus bersamaan. Itu sebabnya kami selalu menyarankan pola penamaan seperti itu sejak awal, bukan setelah pelanggan ratusan.
Perlu aplikasi billing berbayar?
Tidak wajib. User Manager bawaan MikroTik sudah cukup untuk mencatat pelanggan, paket, dan masa aktif. Aplikasi billing berbayar mulai terasa perlu saat pelanggan sudah ratusan dan laporan keuangannya menuntut kerapian lebih, atau saat Anda ingin pembayaran mengubah status pelanggan secara otomatis.
Apakah bisa menaikkan kecepatan satu pelanggan tanpa mengganggu yang lain?
Bisa, cukup ubah profil pada secret pelanggan itu. Perubahan berlaku pada koneksi berikutnya, jadi pelanggan perlu terputus sekali β biasanya cukup beberapa detik. Ini pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri setelah sekali diperlihatkan.
Kalau pelanggan mengaku sudah bayar tapi masih terisolir?
Dengan aplikasi billing, perubahan status biasanya otomatis dalam beberapa menit. Tanpa billing, profilnya diubah manual. Yang membantu adalah halaman pengalihan yang memuat nominal dan cara membayar, karena sebagian besar pertanyaan seperti ini muncul justru karena pelanggan tidak tahu tagihannya berapa.
Baca juga
Jasa Setting Mikrotik RT RW Net: PPPoE, Billing, dan Isolir
Jasa setting Mikrotik RT RW Net mulai Rp850.000: PPPoE server, billing pelanggan, isolir otomatis, paket bandwidth, dan monitoring ODP per titik.
Jasa Monitoring Jaringan Mikrotik 24/7
Jasa monitoring jaringan Mikrotik 24 jam: The Dude, Zabbix, Grafana, dan notifikasi WhatsApp saat link mati. Laporan uptime bulanan, mulai Rp500.000.
Cara Limit Bandwidth Mikrotik dengan Queue dan PCQ
Cara limit bandwidth Mikrotik memakai simple queue, PCQ, dan queue tree. Termasuk cara bagi rata jatah antar klien dan memberi prioritas VoIP.
20 Cara Mengamankan Router Mikrotik dari Serangan
20 cara mengamankan router Mikrotik: matikan layanan tak terpakai, ganti port WinBox, address list admin, firewall RAW, dan backup terjadwal.
Ceritakan dulu kondisi jaringan Anda
Konsultasi tidak dikenakan biaya. Kirim saja gambaran masalahnya lewat WhatsApp, nanti kami balas dengan perkiraan pekerjaan, durasi, dan biayanya.